WHAT'S NEW?
Loading...

Penemuan Unik, Lebah Berjenis Kelamin Setengah Betina Setengah Jantan


Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengidentifikasi seekor lebah dengan kelamin ganda--setengah jantan pada sisi kirinya dan betina di sisi kanan. Kondisi ini disebut dengan
gynandromorphy
.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan pada
Journal of Hymenoptera Research
, lebah temuan para peneliti ini ditemukan di dalam sarang yang dikumpulkan di Pulau Barro Colorado, Panama.

Sebelumnya, ia hanyalah
sebuah larva yang ditemukan di ruangan tempat lebah muda tumbuh. Para ilmuwan memperkirakan, perubahan jenis kelamin muncul saat dewasa.

Diketahui bahwa penemuan ini adalah kasus
gynandromorphy
pertama yang tercatat oleh para peneliti pada spesies lebah
Megalopta amoena
, dan kasus kedua pada genus
Megalopta
(lebah keringat).

Perbedaan jenis kelamin pada lebah dengan kondisi
gynandromorphy
ini terletak pada fisiknya. Pada sisi betina, lebah tersebut memiliki antena ke depan dan mandibula yang lebih besar dan lebih kuat daripada sisi jantannya. Kaki belakang pada sisi betinanya pun lebih besar dan lebih kering. Sementara itu, rambut pengumpul serbuk sari lebih tebal dari pada sisi jantannya.

Lebah dengan kelamin ganda ini aktif lebih awal daripada kawanannya dan keluar dari sarang sejak dini hari. Meski begitu, diperlukan bukti lebih lanjut untuk mengetahui apakah aktivitas ini memang terkait dengan kondisi langka gynandromorphy. 

Fenomena
gynandromorphy
tidak hanya terjadi pada lebah saja, tapi juga terjadi pada hewan lain seperti krustasea, ular, dan burung. Seperti yang ditemukan para ilmuwan pada 2003 yakni burung finch dengan sebagian otaknya jantan dan satunya lagi sebagai betina menurut jurnal di
Proceedings of National Academy of Science.






 

0 comments:

Post a Comment