
Seorang gadis berlari sekuat tenaga. Penuh ketakutan, sesekali ia menengok ke belakang. Hari sudah mulai gelap. Bayangan dari pohon-pohon besar di dalam hutan itu membuat pandangan meremang. Kepanikan segera menyergapnya. Berkali-kali ia mengutuki dirinya sendiri yang baru pulang dari ladang ketika hari sudah sangat petang. Padahal ibunya telah mengingatkan untuk pulang sejak siang.
Lalu tiba-tiba kakinya terantuk batu. Gadis itu terjatuh, roknya sobek, dan kakinya terluka. Tapi itu semua tak dihiraukan. Peluh mengucur deras di pelipisnya. Dengan nafas tersengal-sengal, gadis itu berusaha keras untuk berdiri. Dengan tenaga yang masih tersisa, ia menyeret kakinya, lalu bersembunyi di balik sebuah pohon besar.
Suara gagak bersahut-sahutan mengerikan. Gadis itu berusaha mengatur nafasnya dan menajamkan telinga. Ia yakin sekali ada yang mengikutinya sejak tadi. Lalu dalam keheningan hutan ia mendengar samar-samar suara ranting pohon yang diinjak, suara langkah gontai, dan nafas berat yang memburu. Suara itu makin lama makin mendekat. Ia tahu nyawanya benar-benar terancam sekarang. Gadis itu gemetaran, menunggu takdirnya.
***
Belakangan ini desa itu sudah diteror dengan rentetan peristiwa pembunuhan yang mengerikan. Ada yang beruntung karena berhasil selamat walaupun dengan luka parah. Namun kebanyakan berakhir tragis, mati mengenaskan dibunuh secara brutal. Kebanyakan korban tewas dengan luka menganga di leher mereka.
Saat itu Perancis dalam kondisi yang sangat menyedihkan. Perang Tujuh Tahun baru saja usai. Perancis menderita banyak kekalahan melawan Inggris dan Prusia. Raja Louis kehilangan begitu banyak wilayah kekuasaannya. Situasi ekonomi dan keamanan tengah kacau balau.
Teror pembunuhan di Avignon begitu mengejutkan. Berita ini akhirnya sampai juga ke lingkungan kerajaan. Raja Louis segera memerintahkan untuk menangkap pembunuh berdarah dingin itu. Raja bahkan membuat sayembara dan menawarkan hadiah besar bagi siapa pun yang berhasil menangkap pelaku. Tapi sayangnya tiada hasil yang didapat.
Penduduk desa yang sudah berbulan-bulan hidup dalam ketakutan memutuskan untuk tidak tinggal diam. Mereka juga ikut mencari pembunuh itu, sisanya berjaga bergantian demi keamanan. Tapi nyatanya teror terus berlanjut. Pembunuh itu menyerang tanpa belas kasihan. Korban-korban terus berjatuhan.
* Ini adalah cerita teka-teki seperti biasa. Saya ingin kalian menebak kasus apa ini sebenarnya.
** Waktunya hanya SATU HARI. Batas terakhir besok malam ya, hari Selasa tanggal 2 Maret 2021 pukul 23.00. Gunakan kemampuan analisis kalian..^^ Selamat menebak!!
Perhatian: Mohon hargai penulis dengan tidak mengambil atau copy paste tulisan di blog ini untuk dijadikan postingan blog/website ataupun konten Youtube. Terima kasih.. ^^


0 comments:
Post a Comment